Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peristiwa Pembentukan Super Holding Danantara yang berpotensi memengaruhi reaksi pasar modal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan abnormal return dan trading volume activity sebelum dan sesudah Pembentukan Super Holding Danantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode event study pada 15 perusahaan BUMN dengan periode pengamatan 15 hari sebelum dan 15 hari sesudah peristiwa. Teknik analisis data menggunakan uji Paired Sample t-Test dengan software SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan abnormal return maupun trading volume activity sebelum dan sesudah Pembentukan Super Holding Danantara. Hal tersebut menunjukkan bahwa pasar modal belum memberikan reaksi yang signifikan terhadap informasi terkait Pembentukan Super Holding Danantara. Kondisi ini mengindikasikan bahwa informasi mengenai Pembentukan Super Holding Danantara belum sepenuhnya dianggap memiliki kandungan informasi yang kuat oleh investor.
Copyrights © 2026