Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam bagaimana stigma "matematika sulit" terbentuk, dipertahankan, dan memengaruhi perilaku belajar siswa, beserta dampaknya pada 9 siswa aktif SMK Al Jihad. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur berpedoman pada instrumen wawancara (interview guide) yang dilengkapi catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil analisis menunjukkan bahwa stigma ini bersumber dari tiga lapisan yang saling berinteraksi: historis-psikologis (trauma konsep abstrak sejak SD/SMP), sosial-budaya (pengaruh negatif teman sebaya), dan pedagogis-institusional (pembelajaran tanpa pemahaman konsep). Dampaknya memicu kecemasan matematis, motivasi rendah, dan penurunan self-efficacy. Sebagai solusi, siswa mengharapkan pembelajaran berbasis konsep, suasana yang menyenangkan, dan penilaian lewat proyek kelompok.
Copyrights © 2026