Konsistensi tanah merupakan salah satu sifat fisik penting dalam rekayasa geoteknik yang dievaluasi melalui batas-batas Atterberg, yaitu batas cair (LL), batas plastis (PL), dan indeks plastisitas (PI). Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh penambahan semen Portland (OPC) dan abu sekam padi (RHA) terhadap konsistensi tanah melalui pengujian batas Atterberg. Sampel tanah diambil dari lokasi Rante Balla dan distabilisasi menggunakan kadar semen tetap sebesar 2% yang dikombinasikan dengan variasi abu sekam padi sebesar 4%, 8%, dan 12% dari berat kering tanah, dengan tanah tanpa perlakuan sebagai kontrol. Pengujian dilakukan mengacu pada standar ASTM D4318 untuk menentukan batas cair, batas plastis, batas susut, dan indeks plastisitas, kemudian hasilnya dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan berdasarkan persentase perubahan relatif terhadap tanah asli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah asli memiliki batas cair 40,29%, batas plastis 17,41%, dan indeks plastisitas 22,88%. Setelah stabilisasi, batas cair meningkat sedikit hingga 42,20%, sedangkan batas plastis meningkat lebih signifikan hingga 23,80%, sehingga indeks plastisitas menurun menjadi berkisar antara 18,20%–19,92%. Penurunan indeks plastisitas terbesar terjadi pada campuran 2% semen dan 4% abu sekam padi, yaitu sekitar 20,5% dibandingkan tanah asli, sehingga campuran ini merupakan campuran optimal dalam penelitian ini. Hasil ini mengindikasikan bahwa kombinasi semen dan abu sekam padi efektif menurunkan plastisitas tanah dan meningkatkan konsistensinya, sekaligus menawarkan alternatif stabilisasi tanah yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya untuk aplikasi geoteknik dan perkerasan jalan.
Copyrights © 2026