Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Studi Eksperimen Pengaruh Penambahan Serabut Kelapa Terhadap Kohesi dan Sudut Geser Tanah Lempung Pebrinar Sangle
Paulus Civil Engineering Journal Vol 3 No 2 (2021): Paulus Civil Engineering Journal Volume 3, Nomor 2, Juni, 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil UKI Paulus-Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.065 KB) | DOI: 10.52722/pcej.v3i2.254

Abstract

This research is intended to study the shear strength of clay soil before and after adding coconut fibers. Shear strength is one of the factors that are taken into account to find the bearing capacity of the soil. Soil stability is a way to improve or change the nature of an unfavorable subgrade condition to be better in terms of the bearing capacity of the subgrade for the construction to be built on its Strength parameter testing shear using direct shear test equipment with total stress conditions. This research used coconut fiber variations of 0%, 1%, 2%, 3%, and 4% of the dry weight of the soil. The results of the direct shear test showed an increase in the value of soil cohesion (c) and shear angle (φ). This shows that the addition of coconut fibers to clay soil can increase the value of shear strength.
Pengaruh Penambahan Ampas Kopi pada Tanah Lempung Terhadap Daya Dukung Tanah Leonard Zeth Karurukan; Irwan Lie Keng Wong; Pebrinar Sangle
Paulus Civil Engineering Journal Vol 4 No 3 (2022): Paulus Civil Engineering Journal Volume 4 No.3
Publisher : Program Studi Teknik Sipil UKI Paulus-Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.602 KB) | DOI: 10.52722/pcej.v4i3.501

Abstract

Clay soils contain a soil with a certain particle mineral content where there are sand or silt particles, there is also organic matter that is the material for sussunnyz. This type of soil is poor in terms of soil carrying capacity where the condition of the soil does not allow for road construction to be built on it. It is necessary to make efforts to improve the condition of the soil in order to increase its carrying capacity and soil stabilization is one of the options in increasing the carrying capacity of the soil. Soil samples were taken from Lambanan village, Mamasa District, Mamasa Regency and then the original soil contch was mixed with coffee grounds at variations of 5%, 10%, and 15%. The experiments carried out in the laboratory are soil moisture content, Atterberg boundary, soil specific gravity, soil encroachment and CBR. The CBR test showed an increase in the percentage value of CBR. The change in soil carrying capacity occurred in the addition of 10% of coffee grounds, from 1.73% before the addition rose to 3.8% there was an increase in CBR of 1.33%. On the addition of the pulp of the header: 15% CBR value. to 4.415% there was an increase in CBR of 1.708%. In this study, it was seen that the addition of coffee grounds to clay soils can increase the value of the CBR number and soil power
Pengaruh Penambahan Ampas Kopi pada Tanah Lempung TerhadapDaya Dukung Tanah Karurukan, Leonard Zeth; Wong, Irwan Lie Keng; Sangle, Pebrinar Riani
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 4 No. 3 (2022): PCEJ, Vol.4, No.3, September 2022
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/fwn07r74

Abstract

Tanah lempung merupakan suatu tanah dengan kandungan mineral berpartikel tertentu dimana didalamnyaterdapat partikel pasir atau lanau juga terdapat bahan organik yang menjadi bahan penyusunnya. Jenis tanahini bersifat kurang baik dalam hal daya dukung tanah dimana kondisi tanah tersebut tidak memungkinkanuntuk dibangun konstruksi jalan raya di atasnya. Perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki kondisi tanahtersebut guna meningkatkan daya dukungnya dan stabilisasi tanah menjadi salah satu pilihan dalammeningkatkan daya dukung tanah. Sampel tanah diambil dari desa Lambanan, Kecamatan Mamasa,Kabupaten Mamasa kemudian contoh tanah asli dicampurkan dengan ampas kopi pada variasi 5%, 10%, dan15%. Adapun percobaan yang dilakukan di laborotorium adalah kadar air tanah,batas Atterberg, berat jenistanah, pemadatan tanah dan CBR. Pada pengujian CBR menunjukkan adanya peningkatan nilai persentaseCBR. Perubahan daya dukung tanah terjadi pada penambahan 10% ampas kopi yaitu dari 1,73% sebelumpenambahan naik menjadi 3,8% terdapat nilai kenaikan CBR sebesar 1,33%. Pada penambahan ampas kopi15% nilai CBR menjadi 4,415% terdapat nilai kenaikan CBR sebesar 1,708%. Pada penelitian ini terlihatbahwa penambahan ampas kopi pada tanah lempung dapat menaikkan nilai angka CBR dan daya dukungtanah. 
Pengaruh Penambahan Abu Cangkang Kelapa Sawit pada TanahLempung dengan Uji Direct Shear Sangle, Pebrinar Riani
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 2 (2021): PCEJ, Vol.3, No.2, June 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/h2kjt725

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk menganalisis hasil sifat fisik tanah lempung yang digunakan dan menganalisis pengaruhpenambahan abu cangkang kelapa sawit pada tanah lempung terhadap uji geser langsung (direct shear test). Dari hasilpengujian sifat fisis tanah, sampel tanah yang berasal dari jalan Yusuf Bauty, Kecamatan. Somba Opu, KabupatenGowa merupakan tanah lempung organic dengan sifat plastisitas sedang, menurut sistem klasifikasi tanah USCS makatanah termasuk berbutir halus kelompok OH (lempung organic dengan plastisitas sedang dan munurut system AASTHOsampel tanah termasuk A-7-5.Dari penngujian Geser Langsung (Direct Shear Test) dengan penambahan abu cangkangkelapa sawit dari ketiga sampel dapat dilihat bahwa abu cangkang kelapa sawit mampu meningkatkan kohesi (c) padasetiap presentase penambahan abu cangkang kelapa sawit, namun pada sudut geseer terjadi penambahan yang tidakmenentu pada setiap presentase penambahan abu cangkang kelapa sawit, hal ini di sebabkan karena abu cangkang kelapasawit hanya mempunyai tegangan tarik sebagai bahan pengikat. Dari hasil penelitian yang dilakukan, penambahanabu cangkang kelapa sawit berpengaruh terhadap kuat geser hal ini menunjukan bahwa abu cangkang kelapa sawit dapatdigunakan untuk bahan stabilisasi
Analisis Pengaruh Relative Density Terhadap Parameter Konsolidasi Tanah Sangle, Pebrinar Riani
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 1 (2025): PCEJ Vol.7, No.1, Maret 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/0hzk5721

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis konsolidasi yang terjadi pada tanah yang dipadatkan dengan kepadatan relatif tertentu dengan jumlah kadar air yang sama. Sembilan sampel tanah yang mewakili kepadatan relatif lepas, sedang dan padat. Pengujian dilakukan dengan kepadatan yang berbeda untuk setiap sampel. Hasilnya dianalisis dan dikorelasikan dalam beberapa diagram dasar hubungan void ratio dan tegangan konsolidasi. Dari kurva-kurva ini, penurunan tanah di bawah tekanan di lapangan dapat diprediksi. Dengan membandingkan kurva-kurva yang berbeda ini, nilai coefficient compression dan coefficient recompression dari masing-masing kepadatan relatif dapat diperoleh. Kurva-kurva ini menunjukkan bahwa tanah dengan kepadatan relatif maksimum dan kadar air optimum memiliki penurunan minimum. Semakin besar nilai kepadatan relatif semakin kecil settlement atau penurunan yang terjadi.
Pelatihan Pembuatan Bata Ringan Untung Peningkatan Ekonomi Masyarakat Di Kelurahan Talion, Tana Toraja Lisa Febriani; Desi Sandy; Karel Tikupadang; Pebrinar Riani Sangle; Sindy Banna’ Pilo; Yeryel Enrigue
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2433

Abstract

Ketersediaan sumber daya alam lokal, seperti pasir Sungai Maulu di Kelurahan Talion, Kabupaten Tana Toraja, memberikan potensi besar untuk mendukung pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Namun, kurangnya keterampilan dalam pengelolaan sumber daya tersebut menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memproduksi bata ringan berbasis sumber daya lokal melalui pelatihan berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatoris, melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan, mulai dari sosialisasi hingga evaluasi hasil pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan bahan lokal, seperti pasir Sungai Maulu dan limbah sekam padi, untuk memproduksi bata ringan yang memenuhi standar SNI 8640:2018. Selain itu, pelatihan ini membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan usaha kecil berbasis produksi bata ringan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa model pelatihan berbasis komunitas dapat menjadi solusi efektif untuk mendukung pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di daerah lain dengan potensi sumber daya serupa.
Analisis Pengaruh Relative Density Terhadap Parameter Konsolidasi Tanah Pebrinar Riani Sangle
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 1 (2025): PCEJ Vol.7, No.1, Maret 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/0hzk5721

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis konsolidasi yang terjadi pada tanah yang dipadatkan dengan kepadatan relatif tertentu dengan jumlah kadar air yang sama. Sembilan sampel tanah yang mewakili kepadatan relatif lepas, sedang dan padat. Pengujian dilakukan dengan kepadatan yang berbeda untuk setiap sampel. Hasilnya dianalisis dan dikorelasikan dalam beberapa diagram dasar hubungan void ratio dan tegangan konsolidasi. Dari kurva-kurva ini, penurunan tanah di bawah tekanan di lapangan dapat diprediksi. Dengan membandingkan kurva-kurva yang berbeda ini, nilai coefficient compression dan coefficient recompression dari masing-masing kepadatan relatif dapat diperoleh. Kurva-kurva ini menunjukkan bahwa tanah dengan kepadatan relatif maksimum dan kadar air optimum memiliki penurunan minimum. Semakin besar nilai kepadatan relatif semakin kecil settlement atau penurunan yang terjadi.
Pengaruh Penambahan Limbah Karbit Dan Variasi Abu Serabut Kelapa Terhadap Kuat Geser Aprilia Getruda Rumngewur; Pebrinar Riani Sangle; Irwan Lie Keng Wong
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N2 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/4g0r1n55

Abstract

Recently, various ways have been developed to improve the soil conditions to increase soil stability. These soil improvements have been widely implemented and have shown positive results. In this research, researchers carried out soil improvement using carbide waste and fiber ash as additional materials. This research aims to determine the characteristics of the soil on Jl. Poros Lembang Kole Palian, Bittuang District, Tana Toraja Regency, South Sulawesi. This research was carried out using an experimental method, namely testing soil characteristics with soil mechanical testing. From the results of the soil mechanical testing obtained, the value obtained after testing the shear strength at a variation of 12% + 5% ash had three samples with an average = 0.449 kg/cm². The value for the variation of 12% carbide + 10% ash has three samples with an average = 0.585 kg/cm². The value for the variation of 12% carbide + 15% ash has three samples with an average = 0.615 kg/cm². Based on this research, it was concluded that the increase in soil shear strength values ​​with the addition of carbide waste and coconut fiber ash indicates that this addition can be used as a soil stabilization material.
Analisis Kinerja Lampu Lalu Lintas Pada Persimpangan Jalan Hasanuddin–Jalan W.R Supratman Timika–Papua Tengah Frederik Irsan Delu; Pebrinar Riani Sangle; Ayu Kusuma
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 3 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N3 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/jrns0k02

Abstract

Titik sentral lalu lintas adalah simpang yang dilengkapi lampu lalu lintas, terletak di pertemuan jalan. Pentingnya lampu lalu lintas pada setiap persimpangan agar kendaraan dapat dengan mudah melalui persimpangan dan mencegah atau mengurai kemacetan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis simpang jalan Hasanuddin-W. R Supratman berdasarkan metode MKJI 1997. Hasil penelitian diperoleh data maksimum satuan mobil penumpang perjam adalah 607,3 smp/jam, nilai ini masih berada dibawah ambang batas yang dianjurkan oleh MKJI 1997, dimana nilainya antara 2500-5400 smp/jam. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa jalan Hasanuddin - jalan W R Supratman belum layak menggunakan simpang bersinyal.
Comparison of Safety Factor Using the Finite Element Method and The Janbu Method (Case Study: Morowali Regency) Sangle, Pebrinar Riani; Tonapa, Suryanti Rapang; Pakalla, Larawati
Rekayasa Sipil Vol. 20 No. 2 (2026): Rekayasa Sipil Vol. 20 No. 2
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2026.020.02.4

Abstract

Slope stability is a problem often encountered in construction activities, including mining and civil engineering. Slope stability analysis can be performed using various methods, such as the limit equilibrium method (LEM) and the finite element method (FEM). The objective of this study is to analyze slope stability in Morowali Regency. The method used is finite element analysis using Plaxis software version 8.2.  Furthermore, the analysis is conducted using the limit equilibrium method (LEM), which is the Janbu method. The results of the study show that the safety factor (SF) obtained from the analysis using Plaxis version 8.2 was 1.219, while that based on the Janbu method was 1.376. The differences in results show that the two methods use different approaches in calculating slope stability. The Janbu method evaluates slope stability based on force equilibrium, assuming a specific landslide plane, and does not consider stress-strain development. In contrast, FEM uses the Strength Reduction Method, which can more realistically represent stress redistribution, plastic zone development, and collapse mechanisms. As a result, FEM safety factor values tend to be smaller. The results of this study indicate that the FEM method provides a more realistic failure mechanism for slope stability than the LEM method. Despite the difference in values, both methods show consistent stability trends, so it can be concluded that FEM and the Janbu Method can be used complementarily in slope stability evaluation.