Latar Belakang: Program Keluarga Berencana (KB) merupakan pilar penting dalam transformasi pelayanan primer Klaster 2 untuk mengatur jarak kelahiran. Namun, fenomena drop out kontrasepsi masih menjadi hambatan dalam mencapai keberhasilan program secara holistik. Tujuan: Untuk menganalisis manajemen pelayanan KB di Puskesmas Sekip Kota Palembang serta mengidentifikasi faktor pemicu angka drop out akseptor. Metode: Kajian deskriptif analitis dengan pendekatan manajemen kebidanan melalui analisis unsur 5M (Man, Money, Method, Material, Machine) dan penentuan prioritas masalah menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth). Hasil: Total peserta KB aktif mencapai 5.534 akseptor yang didominasi oleh kontrasepsi suntik (64,8%). Ditemukan angka drop out sebesar 205 akseptor, terutama pada metode suntik (112 kasus) dan pil (56 kasus). Faktor utama penyebab drop out meliputi keluhan efek samping hormonal (gangguan menstruasi) dan kurangnya pemahaman tentang keberlanjutan kontrasepsi. Kesimpulan: Manajemen pelayanan KB secara input telah terpenuhi, namun optimalisasi pada proses edukasi efek samping dan sistem pengingat kunjungan ulang perlu ditingkatkan melalui Plan of Action yang terstruktur.
Copyrights © 2026