Pendahuluan: Ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet zat besi (Fe) memicu anemia defisiensi besi yang berkontribusi terhadap Angka Kematian Ibu (AKI). Di Desa Payabakal, ketersediaan logistik tablet Fe memadai, namun tingkat kepatuhan riil harian masih rendah akibat manajemen keluhan mual yang kurang optimal. Metode: Penelitian tindakan operasional dengan pendekatan siklus pemecahan masalah (problem-solving cycle) dilaksanakan di RT 004 Dusun I Desa Payabakal pada 18 April hingga 4 Mei 2026. Populasi sasaran mencakup 50 Kepala Keluarga dengan penapisan khusus pada kelompok ibu hamil. Penentuan prioritas akar masalah dilakukan menggunakan matriks skoring USG (Urgency, Seriousness, Growth), dilanjutkan penyusunan Plan of Action (POA). Evaluasi intervensi dianalisis menggunakan pendekatan manajemen sistem (Input, Proses, dan Output). Hasil: Analisis USG menetapkan efek samping mual dan kesalahan cairan pengantar sebagai penyebab utama. Implementasi POA melalui konseling waktu regulasi malam hari dan penggunaan cairan pendukung Vitamin C terbukti meningkatkan kepatuhan minum tablet Fe dari 25% menjadi 90%. Kesimpulan: Optimalisasi tata laksana berbasis sistem efektif meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe.
Copyrights © 2026