Salah satu permasalahan yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tebaban adalah sistem pencatatan dan pengelolaan keuangan yang masih sederhana dan belum terstruktur. Para pelaku UMKM merasakan bahwa usahanya berjalan lancar, namun secara ekonomis belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan akibat kurangnya pencatatan keuangan yang sesuai standar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pencatatan keuangan melalui pemberian pemahaman dasar akuntansi UMKM, penerapan konsep komputerisasi akuntansi, serta penggunaan aplikasi Microsoft Excel sesuai dengan kaidah Standar Akuntansi Keuangan (SAK) guna mendukung keberlanjutan usaha. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yaitu metode yang menekankan keterlibatan aktif peserta dalam seluruh tahapan kegiatan yang meliputi perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi, serta praktik langsung (learning by doing) dalam bentuk one day workshop. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa: (a) peserta memberikan respons yang positif, (b) pelaksanaan pelatihan telah memenuhi aspek kualitas pelaksanaan (keandalan, daya tanggap, empati, kepastian, dan bukti fisik), (c) peserta mampu menyusun laporan keuangan usaha sesuai dengan SAK, dan (d) peserta mampu menerapkan aplikasi akuntansi berbasis Microsoft Excel dalam menyusun jurnal umum, jurnal khusus, jurnal penyesuaian, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal, serta neraca saldo dan berbagai transaksi keuangan per periode. Meskipun masih dalam tahap sederhana, hasil pelatihan ini sudah dapat digunakan sebagai acuan dalam memprediksi laba atau omzet usaha, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan dan keberlanjutan bisnis UMKM di masa yang akan datang.
Copyrights © 2026