Pengelasan merupakan proses penyambungan dua material logam dengan menggunakan energi panas sehingga menghasilkan sambungan yang permanen. Salah satu metode pengelasan yang banyak digunakan dalam dunia industri adalah Shielded Metal Arc Welding (SMAW) karena memiliki proses yang sederhana, biaya relatif ekonomis, dan mampu diaplikasikan pada berbagai jenis material. Kualitas sambungan las dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah variasi sudut kampuh yang dapat mempengaruhi penetrasi las dan kekuatan sambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi sudut kampuh V-Groove 65°, 75°, dan 85° terhadap kekuatan bending hasil las SMAW berbahan baja ST-41. Cara penelitian menerapkan metode eksperimen dengan pendekatan one-factor-at-a-time (OFAT). Material yang digunakan berupa baja ST-41 dengan elektroda E6013 dan arus pengelasan sebesar 110 A. Pengujian yang dilakukan hanya berupa uji bending untuk mengetahui kemampuan sambungan las dalam menerima pembebanan lentur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi sudut kampuh berpengaruh terhadap kekuatan bending sambungan las. Nilai kekuatan bending tertinggi diperoleh pada sudut kampuh 85° sebesar 58,156 MPa, sedangkan nilai terendah diperoleh pada sudut kampuh 65°. Semakin besar sudut kampuh, maka penetrasi pengelasan yang dihasilkan semakin baik sehingga meningkatkan kekuatan bending hasil las pada baja ST-41.
Copyrights © 2026