Latar belakang: Henti jantung dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah dan rumah yaitu sebesar 70-80%. Orang yang mengalami henti jantung diluar rumah sakit pada umunya meninggal dunia, sebesar 90%. Apabila Cardiopulmonary resuscitation (CPR) segera diberikan segera setelah henti jantung, dapat meningkatkan survival rate 6,4 -16,1%. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis keefektifan pelatihan BLS: CPR pada siswa SMP Primbana Medan Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test one group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMP Swasta Primbana Medan T/A 2025/2026 yang berjumlah 156 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi kemudian dianalisis menggunakan uji paired T-Test. Hasil: Hasil penelitian terdapat perbedaan yang nyata antara tingkat pengetahuan siswa pada pre-test dan post-test didapatkan hasil p=0,000 dan terdapat perbedaan yang nyata anatar tingkat keterampilan siswa pada data pre-test dan post-test. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan pelatihan CPR dan terjadi peningkatan keterampilan psikomotor yang sangat drastis dan signifikan. Penelitian ini membuktikan bahwa siswa SMP (usia 12-15 tahun) mampu menerima dan mempraktikkan CPR dengan baik sesuai standar AHA 2025.
Copyrights © 2026