Normi Parida Sipayung
Universitas Sari Mutiara Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG BASIC LIFE SUPPORT DENGAN KETERAMPILAN PEMBERIAN TINDAKAN BASIC LIFE SUPPORT Agnes Silvina Marbun; Normi Parida Sipayung; Novita Aryani
Indonesian Trust Health Journal Vol 5 No 1 (2022): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v5i1.94

Abstract

Nurses are required to provide fast, precise, and careful service with the aim of getting healing without disability. Nurses are at the forefront of providing first aid, therefore nurses need to equip themselves with knowledge and need to improve specific abilities related to emergency cases, this knowledge and abilities are obtained from various trainings such as PPGD and BTCLS. The purpose of this study was to determine the relationship between nurses' knowledge about basic life support and skills in providing basic life support. This type of research is quantitative by using a cross sectional research design. The population in this study were all nurses who served in the emergency room and ICU Sari Mutiara Lubuk Pakam Hospital with a total sample of 35 people. The data collection tool in this study was using a questionnaire. Based on the results of the study, the majority of nurses' knowledge was good as much as 51.4%. Nurses' skills in carrying out BLS actions were mostly good as much as 71.4%. There was a significant relationship between nurses' knowledge about BLS and skills in providing BLS actions at Sari Mutiara Lubuk Pakam Hospital (p = 0.000). It is recommended for nurses in providing health services to improve their ability to conduct BLS and attend seminars and training related to BLS. Abstrak Perawat dituntut memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan cermat dengan tujuan mendapatkan kesembuhan tanpa kecacatan. Perawat menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama, oleh karena itu perawat perlu membekali dirinya dengan pengetahuan dan perlu meningkatkan kemampuan yang spesifik yang berhubungan dengan kasus-kasus kegawatdaruratan, pengetahuan dan kemampuan tersebut didapatkan dari berbagai pelatihan seperti PPGD dan BTCLS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat tentang basic life support dengan keterampilan pemberian tindakan basic life support. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bertugas di ruang IGD dan ICU Rumah Sakit Sari Mutiara Lubuk Pakam dengan tehnik pengambilan sampel adalah total sampel yaitu sebanyak 35 orang. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pengetahuan perawat mayoritas baik sebanyak 51.4%. Keterampilan perawat dalam melakukan tindakan BLS mayoritas baik sebanyak 71.4%. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat tentang BLS dengan keterampilan pemberian tindakan BLS di Rumah sakit Sari Mutiara Lubuk Pakam (p = 0,000). Disarankan kepada perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan BLS serta mengikuti seminar dan juga pelatihan yang berkaitan dengan BLS.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN KULIT PADA PETANI DI DESA SUMURAN TAPANULI SELATAN Novita Aryani; Sisca Dwi Ningsih; Normi Parida Sipayung
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v6i1.4372

Abstract

The incidence of skin disorders due to work shows an increase in cases every year. The percentage of contact dermatitis from all occupational diseases is at the top of the list at 50-60%. Many factors can cause skin disorders while working. The purpose of this study was to determine the knowledge, attitudes and actions of farmers related to skin disorders experienced by farmers in Sumuran Village, Batang Toru District, South Tapanul Regency. The research method is a quantitative type with a cross-sectional approach. The population in the study were farmers in Sumuran Village, namely 334 people. The number of samples was taken using Yount's table, namely 10% of the total population, while the sampling method was accidental sampling. Retrieval of data using a questionnaire containing 25 questions. The results showed that there was a relationship between knowledge (p-value = 0.001), attitude (p-value = 0.017), and action (p-value = 0.011) with the incidence of cultural disturbances in farmers. The conclusion that knowledge , attitudes and actions of farmers in Sumuran Village, Batang Toru District, South Tapanuli Regency, have a relationship with the occurrence of skin disorders.
EFEKTIVITAS PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Normi Parida Sipayung; Rosetty Rita Sipayung; Blaise Pascal Larosa
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v9i1.6430

Abstract

Latar belakang: Henti jantung dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah dan rumah yaitu sebesar 70-80%. Orang yang mengalami henti jantung diluar rumah sakit pada umunya meninggal dunia, sebesar 90%. Apabila Cardiopulmonary resuscitation (CPR) segera diberikan segera setelah henti jantung, dapat meningkatkan survival rate 6,4 -16,1%. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis keefektifan pelatihan BLS: CPR pada siswa SMP Primbana Medan Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test one group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMP Swasta Primbana Medan T/A 2025/2026 yang berjumlah 156 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling.  Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi kemudian dianalisis menggunakan uji paired T-Test. Hasil: Hasil penelitian terdapat perbedaan yang nyata antara tingkat pengetahuan siswa pada pre-test dan post-test didapatkan hasil p=0,000 dan terdapat perbedaan yang nyata anatar tingkat keterampilan siswa pada data pre-test dan post-test. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan pelatihan CPR dan terjadi peningkatan keterampilan psikomotor yang sangat drastis dan signifikan. Penelitian ini membuktikan bahwa siswa SMP (usia 12-15 tahun) mampu menerima dan mempraktikkan CPR dengan baik  sesuai standar AHA 2025.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA TERSEDAK PADA ANAK USIA DINI Normi Parida Sipayung; Rani Kawati Damanik; Amila Amila; Kynanti Kynanti
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tersedak adalah suatu kondisi yang sangat sering terjadi pada anak usia dini yaitu tersumbatnya jalan napas akibat benda asing baik secara total atau parsial, yang dapat menyebabkan korban kesulitan bernapas, kekurangan oksigen, dan penyebab kematian. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap ibu tentang pertolongan pertama tersedak pada anak usia dini di Dusun Vl Desa Padang Pulau. Metode: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan pendekatan analisis korelasi dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu yang memiliki anak usia dini di Dusun Vl Desa Padang Pulau. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji spearman rank. Hasil: Hasil penelitian pada tingkat pengetahuan baik sebanyak 52,4%, tingkat pengetahuan cukup sebanyak 47,6%, untuk sikap baik sebanyak 73,8%, sikap tidak baik sebanyak 26,2%. Hasil uji spearman rank didapatkan hasil p=0,000 yang artinya ada hubungan pengetahuan ibu dengan sikap melakukan pertolongan pertama tersedak pada anak usia dini, dengan nilai r=0,516 yang artinya memiliki keeratan hubungan yang kuat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap ibu tentang pertolongan pertama tersedak pada anak usia dini, semakin baik tingkat pengetahuan ibu semakin baik juga sikap ibu dalam melakukan pertolongan pertama tersedak pada anak usia dini.