Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman jahe (Zingiber officinale Rosc.) berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah 16 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2018–2025. Sumber literatur diperoleh dari basis data Google Scholar, Science Direct, dan DOAJ dengan kata kunci “pupuk organik”, “jahe”, dan “Zingiber officinale”. Parameter yang dikaji meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, dan berat rimpang. Hasil sintesis menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik, baik padat maupun cair, secara konsisten meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan hasil jahe dibandingkan tanpa pupuk. Pupuk kandang sapi, kambing, ayam, serta kascing memberikan pengaruh positif terhadap tinggi tanaman dan berat rimpang, sedangkan pupuk organik cair berbahan dasar urin sapi, kulit pisang, dan tandan kosong kelapa sawit mampu meningkatkan jumlah anakan dan aktivitas fisiologis tanaman. Kombinasi pupuk organik, pupuk hayati dan anorganik juga menghasilkan pertumbuhan terbaik dengan peningkatan berat rimpang hingga lebih dari 60 g per tanaman. Secara keseluruhan, pupuk organik berperan penting dalam memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara, serta mendukung sistem budidaya jahe yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Diperlukan penelitian lanjutan untuk menentukan jenis dan dosis pupuk organik yang paling sesuai dengan kondisi lahan dan varietas jahe di berbagai wilayah Indonesia.
Copyrights © 2026