Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jahe (Zingeber offcinale Roscoe): Kajian Literatur Kinanthi Anggraini; Lasinta Ari Nendra Wibawa
Agriva Journal (Journal of Agriculture and Sylva) Vol. 4 No. 2 (2026): AGRIVA (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/agriva.v4i2.4997

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman jahe (Zingiber officinale Rosc.) berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah 16 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2018–2025. Sumber literatur diperoleh dari basis data Google Scholar, Science Direct, dan DOAJ dengan kata kunci “pupuk organik”, “jahe”, dan “Zingiber officinale”. Parameter yang dikaji meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, dan berat rimpang. Hasil sintesis menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik, baik padat maupun cair, secara konsisten meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan hasil jahe dibandingkan tanpa pupuk. Pupuk kandang sapi, kambing, ayam, serta kascing memberikan pengaruh positif terhadap tinggi tanaman dan berat rimpang, sedangkan pupuk organik cair berbahan dasar urin sapi, kulit pisang, dan tandan kosong kelapa sawit mampu meningkatkan jumlah anakan dan aktivitas fisiologis tanaman. Kombinasi pupuk organik, pupuk hayati dan anorganik juga menghasilkan pertumbuhan terbaik dengan peningkatan berat rimpang hingga lebih dari 60 g per tanaman. Secara keseluruhan, pupuk organik berperan penting dalam memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara, serta mendukung sistem budidaya jahe yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Diperlukan penelitian lanjutan untuk menentukan jenis dan dosis pupuk organik yang paling sesuai dengan kondisi lahan dan varietas jahe di berbagai wilayah Indonesia.
Kajian Literatur Pengaruh Problem-Based Learning terhadap Literasi Sains dan Sikap Biologi Siswa Sekolah Menengah Atas Kinanthi Anggraini; Lasinta Ari Nendra Wibawa
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/379yty14

Abstract

Kajian literatur ini menelaah efektivitas penerapan Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Biologi di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) berdasarkan 22 artikel penelitian periode 2021–2025. Fokus kajian mencakup dua domain utama, yaitu literasi sains (pemahaman konsep, keterampilan proses sains, berpikir kritis) dan sikap terhadap Biologi (motivasi, minat, keterlibatan). Analisis tematik dan deskriptif menunjukkan bahwa PBL secara konsisten meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa. Domain literasi sains menunjukkan peningkatan signifikan dengan kategori tinggi dan sangat tinggi mencapai 63%, sedangkan domain sikap terhadap Biologi mencapai 77%. PBL mendorong siswa membangun pengetahuan secara aktif melalui pemecahan masalah kontekstual, kerja kelompok, dan diskusi terbimbing. Efektivitas PBL dipengaruhi kesiapan guru, pengelolaan waktu, serta pemanfaatan media pembelajaran. Kajian ini menegaskan hubungan sirkular antara literasi sains dan sikap positif, di mana keterlibatan aktif memperkuat penguasaan konsep dan berpikir ilmiah, sementara literasi sains menumbuhkan sikap positif terhadap pembelajaran. Disarankan agar PBL diterapkan secara terstruktur dengan dukungan media interaktif, pelatihan guru, dan evaluasi berkelanjutan untuk memperkuat kompetensi abad ke-21 siswa. Hasil kajian ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan strategi pembelajaran aktif dan kontekstual dalam pembelajaran Biologi.
Efektivitas Penggunaan 3D Printing Berbasis Augmented Reality dalam Pembelajaran Biologi: Kajian Literatur Sistematis KINANTHI ANGGRAINI; Lasinta Ari Nendra Wibawa
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n1.p257-263

Abstract

This study is a systematic literature review examining the effectiveness of 3D printing integrated with Augmented Reality (AR) in Biology education. Thirteen peer-reviewed articles published between 2017 and 2025 were analyzed to evaluate three main aspects: learning effectiveness, 3D product development, and improvement in student learning outcomes or motivation. The findings indicate that 3D printing combined with AR consistently enhances conceptual understanding, technical skills, and student motivation, with reported effectiveness ranging from 49% to 90%. The learning products developed include cell models, DNA/RNA molecules, anatomical organs, flower models, and tactile tools for students with special needs, using software such as Blender, Tinkercad, and Ultimaker Cura, as well as PLA or recycled filaments. Improvements in learning outcomes were observed across cognitive, affective, and psychomotor domains, with average gains ranging from 20% to 83% across studies. This review confirms that integrating 3D printing with AR enriches learning experiences, promotes inclusive education, and enhances technological literacy in Biology. Future research is recommended to employ randomized experimental designs, standardize effectiveness metrics, and conduct long-term evaluations to assess knowledge retention and motivational impact more comprehensively.