Masuknya Generasi Z ke dalam angkatan kerja membawa dinamika baru yang menantang paradigma manajemen sumber daya manusia tradisional, terutama karena kecenderungan mobilitas karir tinggi (job hopping). Artikel ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan faktor-faktor penentu retensi talenta Generasi Z melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti protokol PRISMA 2020. Sebanyak 16 artikel terbitan 2018-2025 dari basis data Google Scholar, Scopus, dan Web of Science disintesis. Temuan mengonsolidasikan prediktor retensi ke dalam tiga variabel laten utama: (1) kompensasi dan kesejahteraan, (2) lingkungan kerja organisasional, dan (3) pengembangan serta kepuasan kerja. Analisis menunjukkan bahwa retensi Generasi Z memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan fleksibilitas kerja, budaya inklusif, servant leadership, job-fit, serta pemanfaatan generative AI dalam manajemen talenta. Implikasi praktis dari kajian ini menekankan perlunya kalibrasi ulang kebijakan retensi agar adaptif terhadap karakteristik dan ekspektasi unik Generasi Z.
Copyrights © 2026