Metode pemanfaatan mulsa plastik telah dilaksanakan sebagai metode yang efektif dalam penanggulangan gulma di lahan non-produktif pada Desa Parausorat, Tapanuli Selatan. Program Pengabdian Masyarakat ini melibatkan beberapa kelompok tani dengan melalui adanya kegiatan sosialisasi dalam rangka pengolahan tanah, mulsa dipasang, hingga bibit cabai ditanam. Bagian pada mulsa berfungsi untuk menghambat adanya pertumbuhan gulma, sedangkan bagian perak pada mulsa berfungsi untuk memantulkan cahaya matahari sehingga suhu tanah terjaga tetap optimal. Program pengabdian ini menunjukkan adanya hasil yang menjanjikan dalam penekanan pertumbuhan gulma, menjaga tanah tetap lembab, serta mendukung pertumbuhan pada cabai. Walaupun demikian, masih ditemukan kendala terkait dengan ketersediaan mulsa dan pengelolaan pasca pakai limbah plastik. Program pengabdian ini menegaskan pendekatan partisipatif, pendampingan secara teknis, serta inovasi dalam keberkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas pertanian untuk jangka Panjang sangat penting.
Copyrights © 2026