Masalah penumpukan sampah rumah tangga dan belum optimalnya promosi digital di Kampung Bungas (Kelurahan Gunung Sari Ilir, Balikpapan) menjadi pemicu dilaksanakannya program pengabdian ini. Faktor utama hambatan tersebut berakar dari minimnya keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan lingkungan. Guna mengatasi persoalan ini, dirancang sebuah inovasi sosial terintegrasi yang memadukan prinsip ekonomi sirkular dan digitalisasi wilayah. Metode pelaksanaan di lapangan menerapkan pendekatan Participatory Community Development yang direalisasikan lewat survei pemetaan GIS, sosialisasi berkala, hingga beragam pelatihan teknis. Intervensi program menyasar kelompok masyarakat dengan rincian partisipan: 24 warga saat pembukaan, 31 anak muda pada pelatihan kreasi anorganik tutup botol, 12 orang pada pembuatan eco-enzyme, dan 6 pemuda terpilih sebagai Tim Humas. Dampak nyata dari kegiatan ini diukur menggunakan instrumen kuesioner skala Likert 5 poin. Warga memberikan respon positif yang sangat masif terhadap seluruh program, terlihat dari akumulasi tingkat persetujuan yang menyentuh angka 88,6%. Dari evaluasi per kegiatan, pelatihan fotografi dan videografi mencatat skor kepuasan tertinggi sebesar 4,28, disusul oleh pembuatan eco-enzyme di angka 4,26. Sementara itu, edukasi pengelolaan limbah memperoleh nilai 4,24 dan kelas desain grafis berada pada skor 3,92. Keberlanjutan jangka panjang program dibuktikan dengan diserahkannya sistem database GIS, web profil resmi, dan lima akun media sosial aktif sebagai media branding Kampung Bungas menjadi destinasi wisata edukasi yang berdaya saing.
Copyrights © 2026