Melejitnya popularitas game 'Free Fire' mendorong tingginya kebutuhan pemain akan microtransactions berupa diamond guna meningkatkan performa dan prestise permainan, sehingga memicu perilaku pembelian ulang (repurchase intention) di platform top-up pihak ketiga seperti Dunia Games. Namun, mengingat efektivitas promosi penjualan sangat bergantung pada persepsi kualitas merek dan ketepatan insentif yang diberikan, penelitian ini penting dilakukan untuk menganalisis dan membandingkan bentuk promosi pemasaran mana antara Bonus versus Cashback terhadap minat pembelian ulang. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh promosi pemasaran (bonus versus cashback) terhadap repurchase intention‘dunia games’ pada komunitas pemain 'free fire' di Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah One Shot Experimental Design dengan kelompok eksperimen dibagi menjadi dua Experiment Group (EG) dan Control Group (CG). Tujuannya adalah untuk mencari promosi manakah yang lebih meningkatkan repurchase intention diamonds oleh para gamers 'Free Fire' apakah cashback atau bonus diamonds? Berdasarkan populasi 167 anggota komunitas "Mabar Free Fire" di Jakarta, diambil sampel sebanyak 40 responden aktif menggunakan teknik purposive sampling. Sampel tersebut dibagi rata ke dalam dua kelompok, yaitu Kelompok Eksperimen 1 (20 responden untuk stimulus cashback) dan Kelompok Eksperimen 2 (20 responden untuk stimulus bonus). Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert untuk mengukur minat beli ulang, yang dilengkapi dengan pertanyaan manipulation check manipulation check terhadap variabel dependen yaitu price promotion. Berdasarkan hasil penelitian eksperimental yang dilakukan dan analisis data menggunakan metode statistik SPSS, ditemukan bahwa strategi promosi berupa Bonus dan Cashback memiliki pengaruh signifikan terhadap minat pembelian ulang pelanggan di platform Dunia Games, khususnya dalam komunitas pemain Free Fire di Jakarta.
Copyrights © 2026