Globalisasi telah membawa banyak perubahan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Perkembangan teknologi informasi, kemudahan akses terhadap berbagai sumber pengetahuan, serta meningkatnya interaksi antarbudaya memberikan banyak peluang bagi dunia pendidikan. Namun, di sisi lain, globalisasi juga menghadirkan berbagai tantangan, seperti kesenjangan akses pendidikan, menurunnya nilai-nilai budaya lokal, serta munculnya berbagai persoalan sosial di kalangan generasi muda. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah melalui demokratisasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran filsafat pendidikan dalam menghadapi tantangan demokratisasi pendidikan di era globalisasi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah yang berkaitan dengan demokrasi pendidikan, filsafat pendidikan Islam, pendidikan multikultural, pendidikan karakter, serta perkembangan teknologi dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa demokratisasi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, tetapi juga mencakup penghargaan terhadap keberagaman, kebebasan berpikir, partisipasi aktif peserta didik, dan penanaman nilai-nilai keadilan. Dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, nilai-nilai seperti tauhid, musyawarah, keadilan, moderasi, dan penghormatan terhadap martabat manusia dapat menjadi landasan dalam mewujudkan pendidikan yang demokratis. Selain itu, pendidikan multikultural, penguatan karakter, serta pemanfaatan teknologi digital secara bijak juga menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan globalisasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara nilai-nilai demokrasi, ajaran Islam, dan inovasi pendidikan agar tercipta sistem pendidikan yang inklusif, humanis, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.
Copyrights © 2026