Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya wanita infertilitas yang mengalami kesulitan menerima kondisi dirinya akibat tekanan psikologis, stigma sosial, serta tuntutan keluarga dan lingkungan untuk segera memiliki keturunan, yang dapat memunculkan perasaan sedih, cemas, rendah diri, hingga hilangnya kepercayaan diri. Dukungan keluarga diduga menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kemampuan wanita infertilitas dalam menerima kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat dukungan keluarga, tingkat penerimaan diri, serta hubungan antara keduanya pada wanita infertilitas di Kecamatan Telaga Biru. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 65 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan keluarga yang mengacu pada teori Friedman serta skala penerimaan diri yang mengacu pada teori Hurlock, keduanya telah teruji valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan IBM SPSS Statistics setelah data memenuhi uji prasyarat normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan penerimaan diri pada wanita infertilitas di Kecamatan Telaga Biru, dengan koefisien korelasi sebesar 0,514 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima, semakin tinggi pula penerimaan diri wanita infertilitas, dan sebaliknya.
Copyrights © 2026