Mahasiswa komunitas pecinta alam merupakan individu yang aktif dalam kegiatan alam bebas, salah satunya pendakian gunung. Dalam kegiatan pendakian, mahasiswa dihadapkan pada berbagai tantangan seperti medan yang sulit, cuaca ekstrem, keterbatasan fisik, tekanan psikologis, serta dinamika kelompok. Kondisi tersebut menuntut kemampuan penyesuaian diri yang baik agar individu mampu menghadapi tuntutan lingkungan secara efektif. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan penyesuaian diri pada mahasiswa komunitas pecinta alam Surakarta yang pernah mendaki gunung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian berjumlah 188 mahasiswa komunitas pecinta alam Surakarta. Sampel penelitian terdiri atas 47 mahasiswa untuk uji coba dan 141 mahasiswa untuk penelitian utama yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala penyesuaian diri dan skala self-efficacy. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,619 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara self-efficacy dengan penyesuaian diri pada mahasiswa komunitas pecinta alam Surakarta yang pernah mendaki gunung. Semakin tinggi self-efficacy yang dimiliki mahasiswa, maka semakin tinggi pula kemampuan penyesuaian dirinya.
Copyrights © 2026