Thalassiosira sp. merupakan fitoplankton diatom yang banyak dimanfaatkan sebagai pakan alami larva udang vaname karena ukuran selnya sesuai dengan bukaan mulut larva dan kandungan nutrisinya mendukung pertumbuhan awal. Produktivitas kultur Thalassiosira sp. sangat dipengaruhi oleh kondisi media, terutama salinitas, karena salinitas berperan dalam tekanan osmotik, aktivitas fotosintesis, dan pembelahan sel. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh salinitas berbeda terhadap kepadatan dan laju pertumbuhan Thalassiosira sp. pada kultur skala laboratorium serta menentukan salinitas optimalnya. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan salinitas, yaitu 26, 28, 30, dan 32 ppt, masing-masing enam ulangan. Kultur dilakukan sampai DOC 6 pada media 10 L dengan pengamatan kepadatan sel secara mikroskopis menggunakan haemocytometer. Parameter kualitas air yang diamati meliputi suhu, pH, dan oksigen terlarut. Data laju pertumbuhan dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil. Hasil menunjukkan bahwa salinitas berpengaruh sangat nyata terhadap laju pertumbuhan sel (p < 0,001). Kepadatan tertinggi diperoleh pada salinitas 28 ppt sebesar 229 x 104 sel/mL pada DOC 2 dengan laju pertumbuhan 34.000 sel/hari. Kualitas air berada dalam kisaran mendukung kultur, yaitu suhu 25,5-27,4°C, pH 7,52-8,71, dan oksigen terlarut 6,9-8,5 mg/L. Salinitas 28 ppt direkomendasikan untuk kultur laboratorium Thalassiosira sp.
Copyrights © 2026