Latar belakang: Krisis energi global dan keterbatasan teknologi energi terbarukan konvensional mendorong pengembangan perangkat konversi uap air menjadi energi listrik berbasis kitosan, biopolimer terbarukan dari limbah cangkang krustasea yang memiliki gugus amino (–NH₂) reaktif, biodegradabel, dan berbiaya rendah. Tujuan:Merancang, memfabrikasi, dan mengevaluasi kerja perangkat konversi uap air menjadi energi listrik berbasis sel hidroelektrik kitosan berukuran 1 cm × 1 cm, serta mengoptimalkan unjuk kerjanya melalui variasi konfigurasi rangkaian sel. Metode: Film kitosan difabrikasi dengan melarutkan serbuk kitosan (Sigma-Aldrich, derajat deasetilasi 75– 85%) dalam asam asetat 1% pada 300 rpm selama 12 jam, kemudian dikeringkan pada 70 °C selama 24 jam. Karakterisasi material menggunakan FTIR (Perkin Elmer Spectrum One), FESEM (Supra 35vp), dan UV- Vis (Cary 50 Agilent). Pengujian unjuk kerja dilakukan pada tiga konfigurasi rangkaian dengan variasi kelembaban relatif (RH) 30–90% pada suhu 27°C selama 24 jam, dan data direkam menggunakan multimeter Fluke Hydra Series III. Hasil: Karakterisasi mengkonfirmasi keberadaan gugus –NH₂ sebagai gugus aktif konversi, morfologi permukaan halus dengan mikropori, dan energi celah pita optik 3,12 eV. Pada 90% RH, daya listrik maksimum mencapai 2,626 µW (sel tunggal), 5,451 µW (rangkaian seri), dan 6,107 µW (rangkaian paralel). Kesimpulan: Perangkat konversi uap air berbasis sel hidroelektrik kitosan dengan konfigurasi paralel paling efektif pada RH tinggi (≥ 90%), dan perangkat ini berpotensi dikembangkan menjadi panel konversi skala besar untuk daerah berkelembaban tinggi.
Copyrights © 2026