Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan menuntut guru dan orang tua memiliki literasi AI yang memadai agar mampu mendampingi anak memanfaatkan teknologi secara bijak. Berdasarkan hasil observasi, pemahaman guru dan orang tua di Formal Interkultural Parama Rantau Prapat mengenai konsep dasar, pemanfaatan, dan etika penggunaan AI masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan guru dan orang tua mengenai pemanfaatan AI melalui kegiatan sosialisasi. Metode pelaksanaan melibatkan 50 peserta yang terdiri atas guru dan orang tua dengan tahapan identifikasi kebutuhan, pre-test, sosialisasi, dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan perbandingan persentase pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan (gain score). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pemahaman peserta meningkat dari 37% pada pre-test menjadi 83,5% pada post-test, dengan rata-rata peningkatan (gain) sebesar 46,5%. Peningkatan terjadi pada seluruh aspek yang diukur, dengan peningkatan tertinggi pada pemanfaatan AI untuk mendukung proses belajar anak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi efektif dalam meningkatkan literasi AI guru dan orang tua. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan materi yang lebih aplikatif, khususnya mengenai etika, keamanan digital, dan pemanfaatan AI dalam pembelajaran.
Copyrights © 2026