Kurikulum Merdeka diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan kurikulum sebelumnya yang terlalu berfokus pada materi dan kurang mengembangkan kompetensi siswa secara menyeluruh. Artikel ini membahas penerapan model pembelajaran, pendekatan, dan sistem penilaian dalam pembelajaran sejarah di tingkat SMA. Penelitian menggunakan metode kepustakaan kualitatif menurut Sugiyono (2019) dengan menganalisis berbagai sumber akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran yang lebih kritis, kontekstual, dan berpusat pada siswa melalui model Project Based Learning (PjBL) dan Inquiry-Based Learning (IBL) serta mengutamakan evaluasi autentik dan formatif. Kesimpulannya, keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran sejarah sangat bergantung pada kesiapan dan sinergi menyeluruh dari ekosistem pendidikan, mulai dari kompetensi pedagogik guru, pemerataan sarana digital, hingga pergeseran budaya sekolah yang tidak lagi berorientasi dogmatis pada nilai angka semata.
Copyrights © 2026