Semakin banyaknya perangkat elektronik yang digunakan oleh pelajar ternyata membawa sisi lain yang perlu diwaspadai, yakni meningkatnya potensi timbulan sampah elektronik (e-waste) yang bisa menjadi masalah lingkungan serius jika tidak ditangani dengan benar. Dari keprihatinan tersebut, penelitian ini hadir untuk melihat seberapa jauh siswa SMAN 1 Pancur Batu memahami isu e-waste dan bagaimana perilaku mereka dalam mendukung prinsip green computing. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui penyebaran kuesioner kepada 35 siswa, yang memuat 10 pertanyaan seputar pemahaman e-waste, konsep green computing, dampak limbah elektronik, serta kebiasaan penggunaan perangkat sehari-hari. Tingkat literasi siswa terbilang baik, yang terlihat dari tingginya persentase jawaban benar pada sejumlah indikator. Mulai dari pemahaman definisi e-waste (100%), pengenalan prinsip green computing (94%), hingga kesadaran akan dampak limbah elektronik terhadap lingkungan (91%). Dari sisi perilaku pun tidak kalah positif, sebagian besar siswa sudah terbiasa menerapkan kebiasaan yang ramah lingkungan dan bersikap bertanggung jawab dalam mengelola limbah elektronik. Temuan ini memberikan gambaran bahwa siswa SMAN 1 Pancur Batu sebenarnya sudah memiliki modal yang cukup kuat untuk menjadi penggerak nyata penerapan green computing di lingkungan sekolah mereka.
Copyrights © 2026