Penguatan pendidikan karakter merupakan prioritas fundamental dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya pada jenjang sekolah dasar dalam bingkai Kurikulum Merdeka. Namun, implementasinya di lapangan sering kali masih terjebak pada penguatan aspek kognitif semata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai karakter religius dalam filosofi cerita Batik Bulusan khas Kabupaten Kudus, menganalisis proses internalisasi nilai tersebut pada siswa, serta mendeskripsikan implementasi pembelajarannya di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik analisis isi (content analysis) dan sintesis naratif terhadap literatur ilmiah bereputasi terbitan tahun 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Batik Bulusan mengandung empat nilai karakter religius utama, yaitu pengabdian kepada guru, tanggung jawab, keikhlasan, serta keyakinan dan keimanan kepada Allah SWT. Internalisasi nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan secara berkesinambungan melalui model konseptual enam tahapan pembelajaran, meliputi transformasi nilai, transaksi nilai, transinternalisasi, habituasi, keteladanan, serta refleksi dan penguatan. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis terhadap kajian etnopedagogi dan kontribusi praktis bagi pemanfaatan kura-kura/bulus sebagai kearifan lokal lintas mata pelajaran guna membangun karakter religius sekaligus melestarikan identitas budaya sejak usia sekolah dasar
Copyrights © 2026