Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa SMA dalam menyelesaikan soal trigonometri ditinjau dari nilai ujian matematika. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel penelitian terdiri atas tiga siswa kelas X-F SMA Negeri 75 Jakarta tahun Pelajaran 2025/2026 yang dipilih secara purposive sampling untuk mewakili kategori nilai ujian tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian berupa tes uraian yang disusun bedasarkan lima indikator kemampuan berpikir kritis Ennis (1962) yaitu memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, memberikan penjelasan lanjut, serta mengatur strategi dan taktik. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara semi-terstruktur. Kemudian dianalisis menggunakan model Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori nilai ujian tinggi mampu memenuhi seluruh indiaktor kemampuan berpikir kritis. Siswa dengan kategori ujian sedang mampu memenuhi sebagian besar indikator, sedangkan siswa dengan kategori nilai ujian rendah hanya memenuhi beberapa indikator dasar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis cenderung meningkat seiring dengan tingginya capaian akademik yang ditunjukkan melalui nilai ujian matematika.
Copyrights © 2026