Salah satu komplikasi paling sering terjadi pada bayi baru lahir adalah asfiksia neonatorum. Asfiksia neonatorum adalah kegagalan dalam menginisiasi dan mempertahankan pernapasan secara spontan sesaat setelah dilahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketuban pecah dini (KPD) pada kehamilan aterm dan kejadian asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir di RSD dr. Soebandi Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri atas 72 sampel ibu dengan kehamilan aterm yang mengalami KPD di RSD dr. Soebandi Kabupaten Jember. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen (KPD pada kehamilan aterm) dan variabel dependen (asfiksia neonatorum). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara KPD pada kehamilan aterm dengan kejadian asfiksia neonatorum (p-value = 0,001). Ibu yang mengalami KPD > 12 jam mempunyai risiko sebesar 5,6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang mengalami lama KPD < 12 jam (OR = 5,6). Evaluasi yang cepat dan penanganan yang tepat waktu sangat penting untuk mengurangi risiko asfiksia neonatorum.
Copyrights © 2026