Artikel jurnal kedokteran memuat istilah teknis medis yang padat dan spesifik, sehingga menuntut strategi penerjemahan yang tepat saat dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia. Penelitian ini mengkaji penggunaan strategi borrowing dan calque dalam penerjemahan istilah teknis medis pada 10 artikel jurnal kedokteran berbahasa Inggris dan versi terjemahan Indonesianya. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan frekuensi penggunaan kedua strategi dan menganalisis dampaknya terhadap kualitas terjemahan ditinjau dari akurasi dan keberterimaan. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dengan data 150 istilah teknis medis. Analisis dilakukan menggunakan kerangka strategi penerjemahan Molina & Albir 2002 dan model penilaian kualitas Nababan 2012. Hasil menunjukkan borrowing mendominasi 58% dan calque 32%. Dari aspek kualitas, 82% istilah hasil borrowing dinilai akurat namun hanya 60% berterima, sementara calque memiliki akurasi 76% dan keberterimaan 68%. Kesimpulan penelitian: penerjemah jurnal kedokteran cenderung mempertahankan bentuk asing istilah medis, namun penggunaan calque yang tidak adaptif menurunkan keberterimaan. Rekomendasi diberikan agar penerjemah menyeimbangkan borrowing dengan padanan baku dan catatan kaki untuk meningkatkan keterbacaan pembaca Indonesia
Copyrights © 2026