Daun sirih mempunyai khasiat sebagai obat batuk, obat bisul, obat sakit mata, obat sariawan, dan obat hidung berdarah. Khasiat dari daun sirih ini selain sebagai styptic (penahan darah) dan vulnerary (obat luka pada kulit) juga berdaya antioksida, antiseptik, fungisida dan bahkan sebagai bakterisidal. Daun sirih mengandung minyak atsiri yang bersifat menghambat pertumbuhan mikroba. Minyak atsiri dan ekstrak daun sirih mempunyai aktivitas terhadap beberapa bakteri Gram positif dan Gram negatif. Gejala infeksi yang ditimbulkan oleh bakteri Staphylococcus aureus berupa abses, peradangan infeksi, jerawat, serta bisul atau nanah. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak etanol daun sirih terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi menggunakan kertas cakram. Pembuatan ekstra dilakukan dengan menggunakan maserasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun sirih (Piper betle L). Konsentrasi ekstrak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10%, 20%, 30% dan 40% dengan tiga kali pengulangan. Hasil pemeriksaan kadar air (7,16%), kadar abu total (12,65%), kadar sari yang telah larut dalam air (17,44%). Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih secara signifikan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 pada setiap konsentrasi, dengan diameter zona hambat 10% (7,33 mm), 20% (9,36 mm), 30% (10,53 mm) dan 40% (12,03 mm), termasuk kategori lemah sampai kuat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sirih memiliki efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus ATCC 2592. Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan, zona hambat yang akan dihasilkan akan semakin besar
Copyrights © 2026