Obesitas merupakan salah satu masalah gizi yang semakin meningkat dan kini menjadi isu kesehatan masyarakat global. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa lebih dari 390 juta anak dan remaja usia 5-19 tahun mengalami kelebihan berat badan, termasuk 160 juta yang hidup dengan obesitas pada tahun 2022..Kehadiran program ini menjadikan analisis penanganan obesitas berbasis data penjaringan sebagai langkah strategis untuk memastikan intervensi yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan siswa.Oleh karena itu, dalam laporan ini akan dijelaskan Identifikasi penanganan kasus obesitas pada siswa kelas VII. Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi penanganan kasus obesitas pada siswa kelas VII berdasarkan data penjaringan kesehatan anak sekolah di Kota Pekanbaru tahun 2022-2025. Data yang dikumpulkan dalam penyusunan laporan residensi berupa data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data atau informasi yang diperoleh oleh peneliti secara langsung melalui hasil observasi dan wawancara kepada informan di bidang Kesehatan masyarakat. Data sekunder yaitu data laporan dari puskesmas yang sudah ada di aplikasi e-PPGBM dan SIGIZI, data dari tahun 2022-2023 menggunakan data e-PPGBM dan data dari tahun 2024-2025 menggunakan data SIGIZI. Berdasarkan hasil penetapan prioritas masalah menggunakan metode Urgency, Seriousness, and Growth (USG), isu paling mendesak adalah lemahnya penanganan kasus obesitas pada siswa kelas VII. Faktor lain yang turut menjadi prioritas adalah keterbatasan tenaga gizi di Puskesmas serta rendahnya cakupan kegiatan promotif seperti edukasi gizi dan konsumsi TTD remaja putri
Copyrights © 2026