Kawasan Mangrove Pantai Sejarah Merupakan Hutan Kemasyarakatan (HKm) dengan luas 456 Ha, dimana 383 Ha Hutan Lindung (HL) dan 73 Ha Hutan Produksi Terbatas (HPT). Kurangnya informasi dan edukasi tentang fungsi hutan mangrove masih sangat minim, sehingga perlu adanya upaya kolaborasi antara pengelola, masyarakat dan pemerintah sebagai basis untuk pengambil kebijakan dan menunjang keberhasilan pengelolaan mangrove di kawasan mangrove pantai sejarah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas lingkungan dan merumuskan strategi pengelolaan. Manfaat penelitian yaitu sebagai bahan informasi bagi para praktisi dalam mengelola ekosistem mangrove di Pantai Sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dimana kawasan hutan mangrove Pantai Sejarah sebagai lokasi penelitian.Strategi pengelolaan menggunakan analis SWOT. Hasil Kualitas Lingkungan Menunjukkan bahwa tingkat kerapatan sangat baik >1.500 p/ha, sementara kualitas perairan masih diambang baku mutu. Adapun faktor-faktor yang telah di analisis dapat dirumuskan beberapa strategi yaitu, Pemerintah daerah dan kelompok tani Cinta Mangrove kedepannya perlu memperbaiki kondisi kerapatan hutan mangrove di stasiun II yang terdegradasi dengan menggandeng pihak LSM, industri, akademisi dan masyarakat. Menegaskan aturan dan sanksi yang sudah ditetapkan dalam regulasi-regulasi pengelolaan ekosistem mangrove serta meningkatkan program ekowisata mangrove.
Copyrights © 2026