Tumbuhan kumis kucing secara tradisional digunakan masyarakat sebagai obat penghancur batu ginjal, antidiare karena senyawa alkaloid dan saponin yang terkandung di dalamnya dapat menghambat dan membunuh bakteri. Bakteri Staphylococcus aureus adalah salah satu penyebab infeksi yang sering terjadi pada masyarakat, contohnya mastitis. Sekitar 10% wanita menderita mastitis yang berkembang menjadi abses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak N-Heksan daun kumis kucing terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi menggunakan kertas cakram. Pembuatan ekstra dilakukan dengan menggunakan maserasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) .Konsentrasi ekstrak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25%, 50%, dan 75% dengan tiga kali pengulangan. Hasil pemeriksaan kadar air (13,3%),kadar abu total (9,44%), kadar sari yang telah larut dalam air (9,79%), kadar sari larut dalam asam (1,64%). Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak N-Heksan daun kumis kucing secara signifikan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 pada setiap konsentrasi, memiliki diameter zona hambat 25% (21 mm), 50% (23 mm) dan 75% (26,6 mm), termasuk kategori sangat kuat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak N-Heksan daun kumis kucing memiliki efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus ATCC 2592. Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan, zona hambat yang akan dihasilkan akan semakin besar
Copyrights © 2026