Masa nifas merupakan periode kritis dalam enam minggu pertama setelah persalinan yang memerlukan pemantauan berkelanjutan karena komplikasi dapat muncul setelah ibu pulang dari fasilitas kesehatan. Rendahnya kemampuan ibu dan keluarga dalam mengenali tanda bahaya pascapersalinan dapat menyebabkan keterlambatan mencari pertolongan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan deteksi dini tanda bahaya pascapersalinan melalui program pendampingan ibu nifas berbasis kunjungan rumah. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sasaran kegiatan adalah 36 ibu nifas di wilayah kerja salah satu puskesmas di Kota Bekasi. Intervensi dilakukan melalui tiga kali kunjungan rumah, edukasi terstruktur, demonstrasi penggunaan lembar deteksi dini, kartu kontak darurat, dan pendampingan keluarga melalui WhatsApp. Evaluasi dilakukan terhadap pengetahuan tanda bahaya, keterampilan penggunaan checklist, dan kesiapsiagaan mencari pertolongan. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 55,6±12,4 menjadi 83,7±8,5; keterampilan deteksi dini dari 49,1±13,7 menjadi 80,9±9,6; dan kesiapsiagaan mencari pertolongan dari 58,3±11,2 menjadi 82,4±8,1. Persentase ibu yang mampu menyebutkan minimal lima tanda bahaya meningkat dari 25,0% menjadi 83,3%. Selama program, 6 ibu nifas dengan keluhan yang mengarah pada tanda bahaya berhasil teridentifikasi dan dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut. Program pendampingan berbasis kunjungan rumah efektif meningkatkan deteksi dini tanda bahaya pascapersalinan dan layak direplikasi sebagai model penguatan pelayanan nifas berbasis komunitas.
Copyrights © 2026