Permukiman tepi sungai dengan tipologi "Rumah Kolong" memiliki karakteristik kerentanan fisik yang khas terhadap dinamika lingkungan riparian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan fisik permukiman di Desa Sumber Harapan, Kabupaten Sambas yang telah ditetapkan sebagai desa wisata budaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed-method) dengan analisis spasial melalui Sistem Informasi Geografis (GIS). Data dikumpulkan dari 72 sampel rumah melalui observasi lapangan dan kuesioner, mencakup variabel ekologi, infrastruktur dasar, dan kondisi bangunan rumah. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kerentanan fisik berada pada kategori rendah hingga sedang. Variabel infrastruktur dasar memiliki tingkat kerentanan tertinggi (skor 0,41/sedang), dipicu oleh pelapukan jembatan kayu (gertak) dan minimnya sarana proteksi kebakaran. Variabel ekologi (0,28) dan bangunan rumah (0,21) tergolong rendah yang menunjukkan bahwa arsitektur vernakular rumah kolong merupakan bentuk adaptasi fisik yang tangguh terhadap fluktuasi air sungai. Penelitian ini penting sebagai basis data dalam penyusunan strategi mitigasi bencana dan penataan kawasan riparian yang berkelanjutan tanpa menghilangkan nilai kearifan lokal.
Copyrights © 2026