Industri halal global terus berkembang pesat, dengan nilai pasarnya diproyeksikan melebihi USD 3 triliun pada tahun 2025. Namun, Indonesia, meskipun merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar, masih berkontribusi minim terhadap ekspor halal global. Studi ini bertujuan untuk mengkaji inovasi dan pendekatan strategis dalam sistem sertifikasi produk halal Indonesia dalam menanggapi tantangan global. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelitian perpustakaan dan analisis konten, temuan ini menyoroti empat bidang utama: digitalisasi layanan sertifikasi halal, perluasan kerja sama internasional melalui Pengaturan Pengakuan Bersama (MRA), peningkatan literasi halal, dan pengembangan sumber daya manusia profesional. Transformasi digital meningkatkan efisiensi dan transparansi, sementara kerja sama global meningkatkan pengakuan internasional. Namun demikian, rendahnya kesadaran di kalangan UMKM dan kurangnya profesional bersertifikat tetap menjadi hambatan yang signifikan. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan sistem sertifikasi halal Indonesia bergantung pada sinergi antara inovasi teknologi, tata kelola, pendidikan publik, dan pengembangan sumber daya manusia untuk memperkuat daya saingnya di pasar halal global.
Copyrights © 2026