Perhatian, minimnya partisipasi, serta rendahnya keberanian siswa dalam bertanya selama proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan pembelajaran kreatif melalui cerita, ilustrasi gambar, permainan edukatif, diskusi kelompok, serta kegiatan refleksi yang menekankan pada penanaman nilai kasih dan kejujuran. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Siswa menjadi lebih aktif mengikuti kegiatan, berani mengajukan pertanyaan, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang lebih tinggi terhadap materi yang dipelajari. Selain itu, kegiatan refleksi membantu siswa memahami pentingnya nilai kasih dan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penerapan pembelajaran kreatif berbasis nilai-nilai Kristiani terbukti mampu meningkatkan antusiasme belajar siswa sekaligus mendukung pembentukan karakter yang positif di lingkungan sekolah dasar.
Copyrights © 2026