Transformasi digital telah mengubah cara santri berinteraksi secara signifikan, terutama dalam penggunaan media sosial, yang sering kali tidak diimbangi dengan penguatan etika digital yang didasarkan pada nilai-nilai agama. Situasi ini memerlukan adanya model pendidikan yang dapat menggabungkan Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan literasi media sosial secara terstruktur dan relevan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk merancang dan melaksanakan model pengintegrasian PAI dengan media sosial, guna membentuk etika digital para santri di lingkungan pondok pesantren. Metode yang diterapkan meliputi pendekatan partisipatif, yang terdiri dari urutan pemetaan kebutuhan, pembuatan modul yang integratif, pelatihan terkait literasi digital yang berlandaskan nilai-nilai Islam, pendampingan dalam praktik bermedia sosial, dan evaluasi reflektif bersama. Temuan dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri tentang prinsip-prinsip etika digital, seperti tanggung jawab, tabayyun, kesopanan dalam berkomunikasi, dan kesadaran akan jejak digital. Selain itu, juga terlihat peningkatan partisipasi aktif santri dalam menghasilkan konten positif yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan budaya pesantren. Model ini tidak hanya memperkuat kemampuan individu santri dalam berinteraksi di media sosial secara etis, tetapi juga membangun kultur digital yang lebih mendidik di dalam lingkungan pesantren. Secara konseptual, kegiatan ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model pengabdian yang mengintegrasikan pendidikan agama dan literasi digital, dan dapat disesuaikan dengan tantangan zaman transformasi digital.
Copyrights © 2026