Masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu masalah kesehatan yang semakin penting dalam pelayanan rumah sakit, untuk itu tata cara yang harus ditingkatkan didalam penanganan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan pengendalian potensi terjadinya bahaya harus mengikuti pendekatan sistem yaitu dengan menerapkan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Masalah yang terdapat dipenelitian adalah pelaksanaan SMK3 yang tidak terlaksana dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor penghambat dengan pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di RSKD Dadi Provinsi Sul-Sel Tahun 2020. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 83 orang dengan penentuan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Data penelitian diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden menggunakan petunjuk kuesioner, pengolahan data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna pada variabel fasilitas K3 terhadap pelaksanaan SMK3 dengan nilai sig. = 0,011 dan tidak ada hubungan yang bermakna pada Variabel Kualitas SDM, Pengawasan K3 dan Penggunaan APD dengan pelaksanaan SMK3 dengan masing-masing nilai sig = 0,156, 0,403, 0,303. Saran untuk pihak manajemen rumah sakit agar lebih memperhatikan kelengkapan fasilitas K3 rumah sakit sehingga pelaksanaan SMK3 di rumah sakit lebih meningkat.
Copyrights © 2021