Kepemimpinan yang efektif berkaitan erat dengan kemampuan pemimpin dalam mengambil keputusan strategis, terutama pada situasi krisis. Salah satu faktor psikologis yang memengaruhi kualitas pengambilan keputusan adalah self-awareness, yaitu kemampuan mengenali emosi, nilai, kekuatan, dan keterbatasan diri sebelum menentukan tindakan yang tepat. Artikel ini mengkaji bagaimana Self- awareness mempengaruhi proses pengambilan keputusan politik B.J Habibie pada masa transisi Reformasi 1998 melalui perspektif psikologi kepemimpinan. Kajian dilakukan dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada pedoman PRISMA. Sumber data berasal dari berbagai artikel ilmiah nasional maupun internasional yang membahas Self- awareness, emotional intelligence, psikologi kepemimpinan, proses pengambilan keputusan politik serta kepemimpinan B.J Habibie.Hasil kajian menunjukkan bahwa self-awareness berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan strategis Habibie melalui kemampuan berpikir rasional, pengendalian emosi, serta orientasi pada kepentingan bangsa di tengah krisis multidimensional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-awareness merupakan kompetensi psikologis yang berkontribusi terhadap efektivitas kepemimpinan dan pengambilan keputusan politik yang adaptif pada masa perubahan.
Copyrights © 2026