Jurnal Riset Farmasi
Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Farmasi (JRF)

Telaah Metodologis Uji DPPH pada Metabolit Sekunder Bahan Alam

Astrid Kusuma Putri (Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Hang Tuah, Surabaya, Indonesia)
Asti Rahayu (Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Indonesia)
Rina Andayani (Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Hang Tuah, Surabaya, Indonesia)
Ersanda Nurma Praditapuspa (Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Hang Tuah, Surabaya, Indonesia)
Yuyun Nailufa (Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Hang Tuah, Surabaya, Indonesia)
Etik Wahyuningsih (Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Indonesia)



Article Info

Publish Date
21 Jul 2026

Abstract

Abstract. The 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) assay is one of the most widely used spectrophotometric methods for evaluating the antioxidant activity of natural product extracts because it is simple, rapid, and cost-effective. However, DPPH assay results are influenced by methodological variations, including solvent selection, initial DPPH concentration and absorbance, reagent-to-sample volume ratio, incubation time, measurement wavelength, and data processing, which may reduce result comparability when experimental conditions are inadequately reported. This study aimed to identify methodological variations in the DPPH assay, evaluate their potential influence on antioxidant activity results, and formulate recommendations for the minimum methodological parameters that should be reported. A structured narrative review following the PRISMA framework was conducted using publications from the Scopus, Google Scholar, and SINTA databases (2004–2025). Sixteen eligible articles were analyzed using a descriptive-comparative approach based on Molyneux's conceptual framework. The review identified methodological heterogeneity and inconsistent reporting as major factors affecting the interpretation and comparability of DPPH assay results. The resulting recommendations aim to enhance methodological transparency, reproducibility, and comparability in natural product pharmaceutical research. Abstrak. Uji 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH) merupakan salah satu metode spektrofotometri yang banyak digunakan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan ekstrak bahan alam karena prosedurnya sederhana, cepat, dan ekonomis. Namun, hasil uji aktivitas antioksidan dipengaruhi oleh variasi parameter metodologis, seperti jenis pelarut, konsentrasi dan absorbansi awal DPPH, rasio volume reagen dan sampel, waktu inkubasi, panjang gelombang pengukuran, serta pengolahan data, sehingga berpotensi menurunkan keterbandingan hasil apabila kondisi eksperimental tidak dilaporkan secara memadai. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi variasi parameter metodologis pada uji DPPH, mengevaluasi potensi pengaruhnya terhadap hasil pengujian, serta merumuskan rekomendasi parameter minimum yang perlu dilaporkan. Penelitian disusun sebagai structured narrative review dengan pendekatan PRISMA terhadap publikasi dari basis data Scopus, Google Scholar, dan SINTA tahun 2004–2025. Sebanyak 16 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif-komparatif menggunakan kerangka konseptual Molyneux. Hasil telaah menunjukkan bahwa heterogenitas kondisi eksperimen dan pelaporan parameter reaksi memengaruhi interpretasi dan keterbandingan hasil. Berdasarkan sintesis literatur, artikel ini merumuskan rekomendasi parameter metodologis minimum untuk meningkatkan transparansi metodologis, reprodusibilitas, dan keterbandingan hasil uji DPPH dalam penelitian farmasi bahan alam.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JRF

Publisher

Subject

Chemistry Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Riset Farmasi Jurnal Riset Farmasi (JRF) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu empirik dalam sub kajian farmasi. JRF ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6292 yang diterbitkan oleh ...