Lembah Serimpi merupakan destinasi wisata baru di Desa Randugede, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, yang mengalami lonjakan pengunjung sejak dibuka pada April 2024. Kenaikan jumlah wisatawan menunjukkan potensi ekonomi yang besar, tetapi di sisi lain menimbulkan permasalahan serius terkait rendahnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Hasil observasi menemukan belum tersedianya rambu evakuasi, penanda kedalaman kolam, maupun prosedur tanggap darurat, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi wisatawan, khususnya anak-anak. Permasalahan ini menjadikan Lembah Serimpi menarik untuk dikaji karena menyangkut keberlanjutan pengelolaan desa wisata yang aman dan berdaya saing. Program pengabdian masyarakat berbasis partisipatif ini dilakukan melalui empat tahap: riset pendahuluan, penyusunan intervensi, edukasi/simulasi, serta monitoring dan evaluasi. Intervensi difokuskan pada penyediaan fasilitas K3 dan sarana keselamatan (papan informasi, depth marker, rambu evakuasi, titik kumpul, kotak P3K, dan pelampung). Kegiatan ini sukses meningkatkan pemahaman pengelola terhadap SOP keselamatan serta bertindak sebagai katalis dalam menumbuhkan budaya sadar risiko. Hasilnya, program ini berkontribusi menciptakan destinasi yang aman, meningkatkan kepercayaan wisatawan, dan mendukung pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat.
Copyrights © 2026