Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning/PBL) guna meningkatkan kompetensi abad 21 peserta didik. Mitra kegiatan adalah guru-guru di Yayasan Hafnan Simbolon Medan yang menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan pembelajaran inovatif yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Metode pelaksanaan mengadopsi desain Kemmis dan McTaggart yang mencakup tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan melalui bimbingan teknis, workshop penyusunan perangkat pembelajaran berbasis PBL, dan pendampingan praktik pembelajaran. Instrumen yang digunakan meliputi angket pemahaman guru yang mencakup enam indikator, yaitu pemahaman konsep dasar, karakteristik, langkah-langkah pelaksanaan, peran guru dan peserta didik, kaitan PBL dengan kompetensi abad 21, dan penilaian dalam PBL. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata pemahaman guru sebesar 85,95% dengan kategori sangat baik, melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan sebesar 85%. Lima dari enam indikator berada pada kategori sangat baik, sementara dua indikator yaitu langkah-langkah pelaksanaan dan peran guru memperoleh kategori baik. Guru mampu merancang perangkat pembelajaran berbasis PBL serta menerapkan strategi pembelajaran yang mendorong keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru dan mendukung penerapan pembelajaran inovatif yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026