Masa Remaja merupakan masa yang rentan karena rasa ingin tahu dan idealisme yang tinggi serta beresiko mengalami kecemasan yang tinggi. Perkembangan teknologi mengubah cara remaja bersosialisasi, misalnya melalui media sosial dan telah menjadi bagian penting dari rutinitas sehari-hari. Meta-analisis terbaru menunjukkan 8,3% remaja mengalami kecemasan sosial dan 11% mengalami masalah penggunaan media sosial yang meningkatkan kecemasan dan stres (Salari et al, 2024; WHO, 2024). Tekanan sosial dan body image yang dipengaruhi oleh media sosial juga memperburuk hubungan antara kesehatan mental dan status gizi (Prastia et al, 2023). Remaja kini menghadapi beban ganda berupa masalah gizi dan kesehatan mental yang berdampak jangka panjang pada kesehatan reproduksi dan kualitas generasi mendatang. Karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial, dan kecemasan sosial dengan status gizi remaja sebagai dasar upaya promotif dan preventif untuk mewujudkan generasi sehat dan berkualitas. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, jumlah sampel sebanyak 87 responden sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian didapatkan nilai p= 0,643 pada hubungan tingkat kecemasan sosial dengan status gizi remaja sedangkan penggunaan media sosial dengan status gizi mempunyai hubungan bermkna nilai p= 0,026. Kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan status gizi remaja tetapi terdapat hubungan bermakna penggunaan media sosial dengan status gizi remaja
Copyrights © 2026