Obesitas pada remaja merupakan salah satu masalah gizi yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit tidak menular di masa mendatang. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian obesitas adalah pemberian uang saku, karena uang saku dapat memengaruhi pola konsumsi dan pilihan makanan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian uang saku dengan kejadian obesitas pada siswa SMPIT Mentari Ilmu Azhari Boarding School Karawang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMPIT Mentari Ilmu Azhari Boarding School Karawang dengan jumlah sampel sebanyak 26 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menentukan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), serta menggunakan kuesioner untuk mengetahui kategori uang saku responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 13 tahun (50,0%), seluruh responden berjenis kelamin laki-laki (100%), dan sebagian besar memiliki status gizi tidak obesitas (84,6%). Mayoritas responden memperoleh uang saku kategori sedang sebesar 80,77%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian uang saku dengan kejadian obesitas (p-value = 0,044). Responden dengan uang saku tinggi memiliki proporsi obesitas yang lebih besar dibandingkan kategori lainnya. Dapat disimpulkan bahwa pemberian uang saku berhubungan dengan kejadian obesitas pada siswa SMPIT Mentari Ilmu Azhari Boarding School Karawang. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan orang tua dan sekolah terhadap penggunaan uang saku serta edukasi mengenai pemilihan makanan yang sehat
Copyrights © 2026