Durian (Durio zibethinus Murr.) merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Perbanyakan tanaman durian umumnya dilakukan secara vegetatif melalui teknik sambung pucuk untuk menghasilkan bibit yang memiliki sifat seragam dan mempertahankan keunggulan tanaman induk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan batang ganda, panjang entres, serta interaksi keduanya terhadap keberhasilan dan pertumbuhan sambung pucuk durian. Penelitian dilaksanakan di Desa Perdamaian, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, selama 3 bulan 3 minggu, mulai November 2024 hingga Februari 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu jumlah batang bawah yang terdiri atas satu batang bawah (B1), dua batang bawah (B2), dan tiga batang bawah (B3), serta panjang entres yang terdiri atas 5 cm (P1), 7,5 cm (P2), dan 10 cm (P3). Parameter yang diamati meliputi persentase keberhasilan sambung pucuk, pertambahan tinggi entres, jumlah daun, luas daun, waktu pecah tunas, dan jumlah cabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah batang bawah berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan tinggi entres, serta berpengaruh nyata terhadap persentase keberhasilan sambung pucuk, jumlah daun pada umur 5 dan 7 minggu setelah sambung, dan waktu pecah tunas. Panjang entres tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Interaksi antara jumlah batang bawah dan panjang entres berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi entres dan waktu pecah tunas. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan satu batang bawah dengan panjang entres 5 cm memberikan hasil terbaik pada perbanyakan durian melalui teknik sambung pucuk.
Copyrights © 2026