Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Batang Ganda dan Panjang Entres Terhadap Keberhasilan dan Pertumbuhan Sambung Pucuk Durian David Heriawan; syamsul bahri; Risky Ridha
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v8i1.41227

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murr.) merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Perbanyakan tanaman durian umumnya dilakukan secara vegetatif melalui teknik sambung pucuk untuk menghasilkan bibit yang memiliki sifat seragam dan mempertahankan keunggulan tanaman induk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan batang ganda, panjang entres, serta interaksi keduanya terhadap keberhasilan dan pertumbuhan sambung pucuk durian. Penelitian dilaksanakan di Desa Perdamaian, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, selama 3 bulan 3 minggu, mulai November 2024 hingga Februari 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu jumlah batang bawah yang terdiri atas satu batang bawah (B1), dua batang bawah (B2), dan tiga batang bawah (B3), serta panjang entres yang terdiri atas 5 cm (P1), 7,5 cm (P2), dan 10 cm (P3). Parameter yang diamati meliputi persentase keberhasilan sambung pucuk, pertambahan tinggi entres, jumlah daun, luas daun, waktu pecah tunas, dan jumlah cabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah batang bawah berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan tinggi entres, serta berpengaruh nyata terhadap persentase keberhasilan sambung pucuk, jumlah daun pada umur 5 dan 7 minggu setelah sambung, dan waktu pecah tunas. Panjang entres tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Interaksi antara jumlah batang bawah dan panjang entres berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi entres dan waktu pecah tunas. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan satu batang bawah dengan panjang entres 5 cm memberikan hasil terbaik pada perbanyakan durian melalui teknik sambung pucuk.
EMPOWERING WOMEN'S COFFEE HARVESTING GROUPS IN UTILIZING COFFEE SKIN WASTE INTO PRODUCTS WITH ECONOMIC VALUE IN BENER MERIAH REGENCY Faoeza Hafiz Saragih; Risky Ridha; Siti Komariyah
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025 - February 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19442741

Abstract

Currently, most coffee processing is limited to the use of coffee beans. Coffee waste production accounts for approximately 72% of the weight of the fresh fruit and has not been optimally utilised. In Bener Meriah Regency, women engage in harvesting activities as a means of generating income for their families. With the formation of this group, it is hoped that this group of women harvesters will not only carry out harvesting activities but can utilize unused coffee skin waste and can be used to create items of high economic value. This community service activity will be carried out in Kenine Village, Timang Gajah District, Bener Meriah Regency. The target output to be achieved is increasing partner awareness to become entrepreneurs and have the skills to produce products such as tea, fertiliser and fish pellets from coffee skin waste.
Penguatan Ketahanan Pertanian Pascabencana Banjir Bandang Melalui Program Mahasiswa Berdampak Berbasis Pemberdayaan Kelompok Tani Terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang Boy Riza Juanda; Kiagus M. Zain Basriwijaya; Darwin Darwin; Risky Ridha; Danar Hadisugelar; Saiful Mahdi; Iwan Saputra; Zulhilmi Zulhilmi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/d635tj71

Abstract

Program Mahasiswa Berdampak merupakan salah satu upaya strategis dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana banjir bandang melalui pendekatan pemberdayaan dan penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Johar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang yang merupakan wilayah rawan banjir dengan mayoritas masyarakat bergantung pada sektor pertanian. Tujuan program ini adalah memperkuat ketahanan pertanian, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mendorong kemandirian dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang. Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak di Kampung Johar dilakukan dengan penerapan teknologi dan inovasi yang diarahkan pada optimalisasi tanaman pekarangan, pemulihan serta peningkatan kapasitas produksi peternakan rakyat pascabencana, peningkatan akses air bersih dan sanitasi sederhana, serta perbaikan akses jalan usaha tani telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup kelompok tani dan masyarakat sekitar. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan dengan survei dan sosialisasi, tahap pelaksanaan dengan pendekatan partisipatif dan penerapan teknologi, serta tahap pendampingan dan evaluasi . Program difokuskan pada optimalisasi tanaman pekarangan, penguatan peternakan rakyat skala rumah tangga, penyediaan akses air bersih dan sanitasi sederhana, serta perbaikan jalan usaha tani. Teknologi yang diterapkan antara lain pekarangan produktif adaptif bencana, kandang ternak skala keluarga yang tahan terhadap bencana, serta sistem penyediaan air bersih berbasis filtrasi sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan Program Mahasiswa Berdampak berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan dan berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi yang dapat direplikasi di wilayah terdampak lainnya dengan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi mitra yaitu Datok Penghulu beserta seluruh aparatur desa, kelompok Berkah Jaya Tani sebanyak 29 orang, Kelompok Remaja Tani sebanyak 20 orang dan masyarakat lainnya. Pemanfaatan pekarangan mampu mendukung ketahanan pangan dan menambah pendapatan rumah tangga, peningkatan kapasitas produksi dan pengelolaan yang lebih baik, penyediaan air bersih dan perbaikan akses jalan usaha tani turut meningkatkan kualitas lingkungan dan kelancaran distribusi hasil pertanian
Respon Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Akibat Perlakuan Bahan Organik Dan Varietas Pada Tanah Bekas Penanaman Kelapa Sawit Tuti Indriani; Syamsul Bahri; Risky Ridha
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i2.9456

Abstract

Glycine max L merupakan komoditas pangan penting di Indonesia, namun produksi nasional belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pemanfaatan lahan bekas kelapa sawit menjadi salah satu alternatif pengembangan kedelai, meskipun kondisi tanahnya cenderung memiliki kesuburan rendah sehingga diperlukan perbaikan melalui pemberian bahan organik dan penggunaan varietas yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis bahan organik dan varietas terhadap pertumbuhan serta produktivitas kedelai pada lahan bekas tanaman kelapa sawit. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis bahan organik: tanpa bahan organik, kompos, pupuk kandang, dan tandan kosong kelapa sawit (TKKS), serta varietas Denasa-1, Detap-1, dan Anjasmoro. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang produksi, umur panen, jumlah polong terisi dan hampa, bobot 100 butir, serta hasil biji per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan organik berpengaruh nyata terhadap jumlah polong terisi, dengan pupuk kandang memberikan hasil terbaik sebesar 81,64 polong per tanaman, sedangkan parameter lainnya tidak berbeda nyata. Perlakuan varietas memberikan pengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter, dengan Denasa-1 menunjukkan performa terbaik. Interaksi antara jenis bahan organik dan varietas tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Pupuk kandang dan varietas Denasa-1 berpotensi mendukung pengembangan kedelai pada lahan bekas kelapa sawit.Kata kunci: bahan organik, Glycine max L
Viabilitas Benih Kopi Arabika (Coffea arabica L.) terhadap Lama Perendaman Air Kelapa pada Media Tanam yang Berbeda Setelah Skarifikasi Mekanis Nurihandayani Nurihandayani; Adnan Adnan; Risky Ridha
Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan Vol. 2 No. 1 (2025): Februari : Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/flora.v2i1.243

Abstract

The aim of this study is to determine the effect of the duration of young coconut water soaking and different growing media on the viability of Arabica coffee seeds after mechanical scarification, as well as to identify the interaction between these two factors. This research was conducted over a period of three months, from July to September 2023, at the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Samudra University, Langsa City. The study was designed using a completely randomized design with a factorial pattern, consisting of two factors: (1) the duration of soaking in young coconut water, which included 4 levels: L0 = Control, L1 = 3 hours, L2 = 6 hours, and L3 = 9 hours; and (2) growing media, which included 3 levels: M1 = Soil: manure, M2 = Soil: manure: rice husk, and M3 = Soil: manure: cocopeat. The parameters observed in this study were maximum growth potential, germination rate, seedling height, root length, seedling fresh weight, and seedling dry weight. The results showed that the duration of soaking in young coconut water did not have any significant effect on all observed parameters. However, different growing media had a highly significant effect on maximum growth potential, germination rate, seedling height, root length, fresh weight, and dry weight of the Arabica coffee seedlings. The M1 treatment gave the best results for maximum growth potential, germination rate, seedling fresh weight, and seedling dry weight, while the M3 treatment provided the best results for seedling height and root length of Arabica coffee seeds. There was no interaction between the duration of young coconut water soaking and different growing media on all parameters of Arabica coffee seed viability.
Pengaruh Konsentrasi Nutrisi AB-Mix dan Jenis Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Bobot Segar Sawi Pagoda pada Sistem Hidroponik Wick Amelita Amelita; Rosmaiti Rosmaiti; Risky Ridha
Jurnal Ilmiah Pertanian ( JIPERTA) Vol 8, No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), September
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiperta.v8i2.7397

Abstract

This study aimed to determine the effects of AB-Mix nutrient concentration, growing media, and their interaction on the growth and yield of pagoda mustard (Brassica narinosa L.) in a wick hydroponic system. The study was conducted from May to July 2025 in the greenhouse of the Faculty of Agriculture, Universitas Samudra, using a 3 × 3 factorial completely randomized design. The first factor consisted of AB-Mix concentrations of 1,000, 1,200, and 1,400 ppm, while the second factor consisted of cocopeat, rockwool, and sugarcane bagasse. Nine treatment combinations were evaluated with four replications. Each experimental unit consisted of one reservoir containing six plants, resulting in a total of 216 plants. Data were analyzed using ANOVA at the 5% and 1% significance levels, followed by the 5% Least Significant Difference (LSD) test. AB-Mix concentration had a highly significant effect on plant height but not on the other parameters. The numerically highest plant height (20.40 cm) was obtained at 1,400 ppm, but it was not significantly different from that at 1,000 ppm. Growing media had highly significant effects on leaf number, leaf length at 14 and 21 days after planting (DAP), and plant height. Rockwool produced the highest means for these parameters, including a plant height of 20.97 cm, but had no significant effect on leaf length at 28 DAP, fresh weight, or root length. No significant interaction between AB-Mix concentration and growing media was observed for any parameter.