Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN BATANG GANDA DAN PANJANG ENTRES TERHADAP KEBERHASILAN DAN PERTUMBUHAN SAMBUNG PUCUK DURIAN (Durio zibethinus Murr) David Heriawan; syamsul bahri; Risky Ridha
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v8i1.41227

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murr.) merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Perbanyakan tanaman durian umumnya dilakukan secara vegetatif melalui teknik sambung pucuk untuk menghasilkan bibit yang memiliki sifat seragam dan mempertahankan keunggulan tanaman induk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan batang ganda, panjang entres, serta interaksi keduanya terhadap keberhasilan dan pertumbuhan sambung pucuk durian. Penelitian dilaksanakan di Desa Perdamaian, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, selama 3 bulan 3 minggu, mulai November 2024 hingga Februari 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu jumlah batang bawah yang terdiri atas satu batang bawah (B1), dua batang bawah (B2), dan tiga batang bawah (B3), serta panjang entres yang terdiri atas 5 cm (P1), 7,5 cm (P2), dan 10 cm (P3). Parameter yang diamati meliputi persentase keberhasilan sambung pucuk, pertambahan tinggi entres, jumlah daun, luas daun, waktu pecah tunas, dan jumlah cabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah batang bawah berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan tinggi entres, serta berpengaruh nyata terhadap persentase keberhasilan sambung pucuk, jumlah daun pada umur 5 dan 7 minggu setelah sambung, dan waktu pecah tunas. Panjang entres tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Interaksi antara jumlah batang bawah dan panjang entres berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi entres dan waktu pecah tunas. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan satu batang bawah dengan panjang entres 5 cm memberikan hasil terbaik pada perbanyakan durian melalui teknik sambung pucuk.
EMPOWERING WOMEN'S COFFEE HARVESTING GROUPS IN UTILIZING COFFEE SKIN WASTE INTO PRODUCTS WITH ECONOMIC VALUE IN BENER MERIAH REGENCY Faoeza Hafiz Saragih; Risky Ridha; Siti Komariyah
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025 - February 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19442741

Abstract

Currently, most coffee processing is limited to the use of coffee beans. Coffee waste production accounts for approximately 72% of the weight of the fresh fruit and has not been optimally utilised. In Bener Meriah Regency, women engage in harvesting activities as a means of generating income for their families. With the formation of this group, it is hoped that this group of women harvesters will not only carry out harvesting activities but can utilize unused coffee skin waste and can be used to create items of high economic value. This community service activity will be carried out in Kenine Village, Timang Gajah District, Bener Meriah Regency. The target output to be achieved is increasing partner awareness to become entrepreneurs and have the skills to produce products such as tea, fertiliser and fish pellets from coffee skin waste.
Penguatan Ketahanan Pertanian Pascabencana Banjir Bandang Melalui Program Mahasiswa Berdampak Berbasis Pemberdayaan Kelompok Tani Terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang Boy Riza Juanda; Kiagus M. Zain Basriwijaya; Darwin Darwin; Risky Ridha; Danar Hadisugelar; Saiful Mahdi; Iwan Saputra; Zulhilmi Zulhilmi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/d635tj71

Abstract

Program Mahasiswa Berdampak merupakan salah satu upaya strategis dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana banjir bandang melalui pendekatan pemberdayaan dan penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Johar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang yang merupakan wilayah rawan banjir dengan mayoritas masyarakat bergantung pada sektor pertanian. Tujuan program ini adalah memperkuat ketahanan pertanian, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mendorong kemandirian dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang. Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak di Kampung Johar dilakukan dengan penerapan teknologi dan inovasi yang diarahkan pada optimalisasi tanaman pekarangan, pemulihan serta peningkatan kapasitas produksi peternakan rakyat pascabencana, peningkatan akses air bersih dan sanitasi sederhana, serta perbaikan akses jalan usaha tani telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup kelompok tani dan masyarakat sekitar. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan dengan survei dan sosialisasi, tahap pelaksanaan dengan pendekatan partisipatif dan penerapan teknologi, serta tahap pendampingan dan evaluasi . Program difokuskan pada optimalisasi tanaman pekarangan, penguatan peternakan rakyat skala rumah tangga, penyediaan akses air bersih dan sanitasi sederhana, serta perbaikan jalan usaha tani. Teknologi yang diterapkan antara lain pekarangan produktif adaptif bencana, kandang ternak skala keluarga yang tahan terhadap bencana, serta sistem penyediaan air bersih berbasis filtrasi sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan Program Mahasiswa Berdampak berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan dan berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi yang dapat direplikasi di wilayah terdampak lainnya dengan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi mitra yaitu Datok Penghulu beserta seluruh aparatur desa, kelompok Berkah Jaya Tani sebanyak 29 orang, Kelompok Remaja Tani sebanyak 20 orang dan masyarakat lainnya. Pemanfaatan pekarangan mampu mendukung ketahanan pangan dan menambah pendapatan rumah tangga, peningkatan kapasitas produksi dan pengelolaan yang lebih baik, penyediaan air bersih dan perbaikan akses jalan usaha tani turut meningkatkan kualitas lingkungan dan kelancaran distribusi hasil pertanian