Pariwisata berbasis budaya berperan strategis dalam mendukung ekonomi kreatif Indonesia. Desa Kesiman, Denpasar, Bali memiliki potensi wisata budaya unggulan melalui tradisi sakral Ngerebong di Pura Agung Petilan Kesiman yang sarat nilai filosofis keseimbangan manusia, alam, dan dimensi niskala. Keterbatasan frekuensi pelaksanaan dan minimnya informasi digital menghambat promosi serta pemahaman wisatawan terhadap makna dan prosesi upacara ini.Penelitian ini bertujuan merumuskan model konseptual branding wisata berbasis teknologi imersif yang berlandaskan tradisi Ngerebong, tanpa mengarah pada pengembangan produk teknologi. Metode dilakukan melalui studi literatur, dokumentasi arsip, dan wawancara tokoh adat untuk mengidentifikasi nilai filosofis, simbolisme ritual, dan batasan sakral, dilanjutkan analisis potensi serta identitas Desa Kesiman sebagai destinasi wisata budaya. Hasil analisis dirumuskan menjadi nilai inti branding, narasi konseptual, dan kerangka pengalaman wisata pra-kunjungan berbasis media digital, yang divalidasi melalui keterlibatan tokoh adat. Hasil menunjukkan integrasi identitas budaya dengan teknologi imersif mampu memperluas jangkauan promosi tanpa menghilangkan kesakralan tradisi. Luaran penelitian berupa model branding dan prototipe media promosi, guna mendukung pelestarian budaya Bali di era digital.
Copyrights © 2026