Bahan bakar fosil yang bersumber dari minyak bumi telah lama menjadi sumber energi utama, tetapi penggunaannya menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, pengembangan biofuel berbasis minyak nabati menjadi alternatif berkelanjutan yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi temperatur pada proses acid degumming terhadap Nilai Lower Heating Value (LHV) dan viskositas minyak sawit murni (Pure Palm Oil/PPaO) yang dihasilkan dari Crude Palm Oil (CPO). Proses acid degumming dilakukan pada temperatur 65 °C, 75 °C, dan 85 °C menggunakan reaktor minyak sawit, kemudian dilanjutkan dengan tahap netralisasi pada temperatur 80 °C menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur berpengaruh signifikan terhadap sifat fisik minyak. Viskositas menurun seiring meningkatnya temperatur, sedangkan densitas berada pada kisaran 892,02–895,81 kg/m³. Nilai LHV tertinggi, yaitu 8.038 kcal/kg, diperoleh pada temperatur 85 °C. Rentang temperatur optimum 75–85 °C menghasilkan pemisahan fase yang lebih baik serta meningkatkan kemurnian, stabilitas termal, dan potensi energi minyak sawit sebagai bahan baku biofuel berkelanjutan.
Copyrights © 2026