Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam terhadap faktor penentu keberhasilan dan sisa hambatan operasional dalam strategi branding private label SUKO Fashion di PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) sepanjang periode longitudinal 2025-2026. SUKO dikembangkan sebagai Exclusive Anchor Brand dengan gaya estetika minimalis Jepang untuk meningkatkan kontribusi margin perusahaan melalui strategi premium positioning. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik Netnografi terhadap ribuan interaksi digital di TikTok dan Instagram, serta studi dokumentasi longitudinal pada laporan keuangan korporasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan finansial SUKO divalidasi oleh laba bersih LPPF 2025 sebesar Rp725,4 miliar dan pertumbuhan laba kuartal I-2025 yang mencapai 97%. Keberhasilan ini didorong oleh persepsi positif terhadap kualitas bahan (linen) dan efektivitas peremajaan citra merek korporasi. Namun, ditemukan hambatan kritis berupa ketidaksesuaian harga antar saluran distribusi (kegagalan omnichannel) serta konflik citra dengan budaya diskon massal perusahaan induk yang terekam jelas dalam pola aduan konsumen di ruang siber.
Copyrights © 2026