Swamedikasi merupakan upaya pengobatan mandiri tanpa resep dokter yang umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan ringan, termasuk nyeri. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai obat analgesik dapat meningkatkan risiko Drug Related Problem (DRP) seperti efek samping, ketergantungan, atau interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi analgesik serta faktor-faktor yang memengaruhinya di Apotek Kedungwuluh. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 125 responden berusia 18–65 tahun yang melakukan swamedikasi analgesik. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai aspek indikasi, aturan pakai, efek samping, rute pemberian, bentuk sediaan, dan penyimpanan analgesikKesimpulan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan yang baik terkait swamedikasi analgesik, namun edukasi dari tenaga kefarmasian tetap diperlukan untuk meningkatkan penggunaan obat yang aman dan rasional.
Copyrights © 2026